Selamat Datang

Walau Simple Insya Allah Bermanfaat ^.^

Sabtu, 06 Oktober 2012

Buat Kamu Para Generasi Online



sebelum nya tema kali ini nih bnr2 buat saya banget khususnya kalian yg suka online hehee langsung aja yukk, Sebagian besar manusia di dunia ini, mungkin nggak asing kalau dengar istilah "online". Yeah, kegiatan yang melibatkan dunia maya ini terasa asyik banget terutama buat kamu- kamu para remaja. Seakan tiada hari tanpa online, bahkan kegiatan yang satu ini sudah seperti wajibnya kita makan dan atau melakukan kegiatan rutin harian lainnya. termasuk saya juga sihh hehehe

Maka nggak berlebihan jika remaja saat ini, udah pasti bisa dibilang sebagai bagian dari "generasi online". Memang sih, nggak ada yang salah dengan kegiatan menyenangkan satu itu, tapi melihat kenyataan yang banyak terjadi sekarang ini, sangat disayangkan bahwa karena mereka terlalu "rajin" online, kegiatan yang harusnya bisa dilakukan, dan sifatnya nggak bisa ditawar- tawar jadi amburadul nggak karuan.

Nggak jarang, mereka-mereka yang doyan online, lebih senang menyendiri, lebih suka bergaul dengan orang lain lewat online, daripada bertemu dengan sesamanya di dunia nyata saudara-saudara mereka sendiri. Mereka juga gampang galau alias gelisah, tapi kalau tentang meninggalkan sholat 5 waktu, rasanya enteng banget. Dan generasi online kebanyakan pada berfikir instant, maunya serba mudah dan suka mengahayal. Selain itu, mereka rawan terjangkit virus individual, bersikat apatis, arogan mudah marah dan mudah tersinggung, serta jadi individu yang sempit fikirannya.

Sudah saatnya kamu meluruskan niat online
Memang nggak ada salahnya melakukan aktivitas online, selama hal itu berguna untuk perbaikan diri kamu. Tapi satu hal yang kudu kita ingat adalah, kalau online hanyalah sekedar alat, dan bukan tujuan. YUps, alat untuk perbaikan diri kamu supaya be better kedepannya. Sah- sah aja kamu online, tapi kamu harus ingat kalau kamu punya teman, punya saudara, punya pergaulan di lingkungan loh. Kamu butuh bergaul dengan orang lain, bersilaturahim, saling mengunjungi, saling menyapa satu sama lain. Atau dalam arti lain, kamu harus care sama lingkungan sekitar kamu.

Selain itu, jangan sampai dengan online kita gampang melakukan pemborosan waktu. Kalau dalam sehari kamu online 4 jam saja, maka dalam seminggu 28 jam kamu habiskan hanya untuk pemborosan uang terutama waktu.Kalau masalah uang sih masih bisa dicari, tapi kalau soal umur kamu, nggak akan mungkin kamu bisa tarik kembali. Ingat loh, hidup cuma sekali dan waktu muda kamu akan sangat cepat banget berlalu, seperti firman Allah subhanahu wata'ala dalam Al quran surat Annazi’at Ayat 46 : “pada hari mereka melihat berbangkit itu, merasa seakan tidak tinggal (didunia)melainkan sekejap saja diwaktu sore atau pagi hari."

Jika kita nggak memanfaatkan baik- baik masa muda kita, dijamin kedepannya hanya penyesalan yang akan didapat.

So, jika kamu termasuk generasi online, ada baiknya melakukan kroscek sekali lagi, tentang kegiatan yang selama ini kamu lakukan.Dan pastikan bahwa online yang kamu lakukan hanyalah dalam rangka mencari ridho Allah, dan bukan sekedar pemborosan waktu dan uang ^^
{Voa-islam}


»» READMORE...




Let's Do it! Aku Pasti Bisa!!



Pernah nggak kamu punya teman yang belum apa-apa udah bilang nggak bisa waktu disodorkan tugas untuk mengerjakan sesuatu?Atau buru-buru nolak ketika ada teman lain yang meminta bantuannya padahal sebenarnya nyata-nyata dia bisa ngelakuin itu semua?
Bete, pasti itu yang kita rasakan ketika bertemu teman yang seperti ini. Atau, malah jangan-jangan kita yang seperti ini?! Whuyy… nyebelin juga ya.
Percaya atau nggak, kadang-kadang kita juga seperti ini. Kadang-kadang atau keseringan ya? Hehe… nggak penting deh tapi yang penting, gimana caranya supaya kita nggak jadi orang yang nyebelin dengan sedikit-sedikit ngomong nggak bisa.
Seringkali kata nggak bisa itu timbul dari berbagai faktor di dalam diri kita. Entah memang benar-benar nggak bisa karena nggak punya keahlian atau pengetahuan yang berkaitan dengan masalah yang ditugaskan, entah karena terlalu sibuk, malas, atau malah nggak percaya diri.
Hati-hati, semua faktor di atas, sama-sama membuat kita mandek alias nggak mampu mengembangkan potensi yang kita miliki, membuat kita dijauhi oleh orang lain, dan membuat kita nantinya akan sulit mendapat pertolongan orang lain di saat kita benar-benar nggak bisa melakukannya sendiri. Satu persatu akan kita bahas gimana cara mengatasinya.

Terus Belajar

Yang pertama, jika kamu memang nggak ngerti gimana cara melakukannya maka jangan segan untuk belajar. Karena, orang yang berilmu bukan orang yang sudah banyak belajar tetapi justru orang yang tak pernah berhenti belajar.
So, kalau kamu memang benar-benar belum tahu bagaimana cara melakukannya, maka belajarlah dari orang yang mengetahuinya. Kalau terlalu sibuk? Masa sih? Coba pilah-pilih lagi mana yang benar-benar harus kita kerjakan mana yang sebenarnya nggak perlu dikerjakan.
Contoh, yang benar-benar perlu dikerjakan adalah bantuin ibu bersihkan rumah dan yang nggak penting adalah nonton drama Korea yang melo abis itu. Malas? Whaa… ini mah benar-benar nggak boleh ada dalam kamus remaja Muslim, Sob! hihiii piece
Rasulullah SAW aja cuma benar-benar istirahat ketika shalat. Lha gimana kabarnya dengan kita yang biasa memanjakan diri dengan dengerin musik berjam-jam sambil tidur-tiduran. Harus mulai dirubah dari sekarang nih, Fren!
Atau, simaklah kata-kata Hellen Keller, seorang politikus, penulis, dan dosen Amerika yang buta berikut ini, “I’am only one but I am still one. I cannot do everything but still I can do something. And because I cannot do everything, I will not refuse to do the something that I can do.”Prestasi Helen Keller memang tidak sebanding dengan kemuliaan Abdullah bin Ummi Maktum ra tapi semangat keduanya untuk melakukan yang terbaik dengan keterbatasannya, seharusnya dapat menjadi contoh bagi kita yang “baik-baik” saja. Kembangkanlah dalam pikiran kita bahwa kita pasti bisa.

Karunia Allah SWT

Agar pikiran dan semangat “pasti bisa” ini bisa berkembang terus-menerus dalam benakmu maka bergaulah dengan orang-orang yang juga berpikiran positif dan tak berhenti mengembangkan potensi. 
Sekarang waktunya Sob, untuk membuktikan pada Allah SWT bahwa kita nggak menyia-nyiakan kemampuan yang telah dikaruniakan-Nya dan kita bersyukur atas karunia tersebut.
Supaya lebih manteb, bacalah buku-buku pengembangan diri dan biografi orang-orang sukses.  Ketahuilah bahwa mereka juga dulu sama “lucu-lucunya” seperti kita, sama-sama banyak melakukan kesalahan. Namun, mereka terus mencoba dan pantang bilang nggak bisa.
Satu hal yang terpenting, setiap hal yang akan dilakukan memiliki dua kemungkinan; gagal atau berhasil.
Tapi, kita nggak akan merasakan indahnya keberhasilan kalau kita tak pernah mencobanya dan kita tak akan pernah mengambil pelajaran dari kegagalan kalau kita juga tak pernah mencobanya.
So, gagal atau berhasil, tetap bermanfaat bagi kita ‘kan? Let’s, do it! 
{voa-islam}


»» READMORE...




Jumat, 27 April 2012

25-04-2012---- 12:05


Hari ini adalah hari dimana saya  menjawab soal-soal Ujian Nasional, udah 3 hari saya ngejalanin tinggal satu hari lagi, satu langkah lagi. heeemm rasa nya tuhh bangga banget udah mau pake putih abu-abu hehe.. tapi banyak banget kenangan + pelajaran yang berharga dan saya gak akan ngelupain guru-guru SMP UNGGULAN SINDANG dan teman2 juga semuaaaaaaaaaaaaaa nya makasih yaa kalian udah mau berteman dengan saya. Ya Allah Ridhai usaha belajar doa hamba, hamba hanya berharap dan meminta pertolongan kepada MU hamba hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dan berdoa kepada Mu, hamba yakin Kau akan memeluk mimpi dan harapan hamba dan teman-teman. Di dalam hati kecil ini saya selalu berdoa agar Allah memberikan yang terbaik buat saya, saya melakukan ini untuk kedua orangtua saya, karena saya ingin melihat mereka menangis bukan karena kenakalan saya tapi karena mereka melihat kesuksesan saya. saya yakin Allah akan memeluk mimpi dan harapan hamba nya yang mau berusaha :')



»» READMORE...




Sabtu, 14 April 2012

bukan hanya title



Bismillahirahmannirahim
kalian tau kan? gaya hidup remaja jaman sekarang ? kalo kita bilang gak tau? nanti kita dibilang cupu lah kurang gaul lah dsb, aduh duh ada2 ajaaa yaa, emang kaya gimana sih?? banyak yang mengikuti style mending yang kita ikutin itu syari'at islam tapi ini mah melenceng sob, aduh aduhh jangan sampai kita begitu yaaa..
oohh yaa berhubung saya anak remaja yang masih SMP kelas 9 (looh kok anak sih) iyaa soal nya saya belum bener2 jadi dewasa sihh masih sering berfikir keanak-anakan wkwk... dimasa2 remaja kaya gini banyak banget pergaulan,sikap, gaya hidup remaja yang menjadikan kita lupa akan title kita sebagai seorang pelajar. yang seharus nya kita itu belajar dan mencari bekal untuk masa depan di dunia dan di akhirat, tapi kebanyakan remaja sekarang lupa akan tujuan mereka dan mereka malah memberi kesempatan "kebahagiaan sesaat" yaa macam nya hura hura gituu terus kita itu kudu wajib harus ngikutin trend kalo kita gak mau dibilang kuper laahh duuhh hukum dari mana sihh ituu. ohh yaa yang lebih miris lagi kalau kita lihat remaja yang hidup gengsi-an jadi mereka tuh kurang mensyukuri keadaan yang Allah berikan, contoh nya bergaya hidup mewah laahh padahal yang Allah lihat kan bukan kemewahan tapi keimanan dan ketakwaan kita, iyaa gak sihh sob??
jadi inti nya gini bukan hanya title sebgai pelajar saja yang kita gunain tapi sikap kita juga perlu apalagi sekarang di negeri kita lagi gembar gembor pendidikan berkakter, tapi kalau anak-anak remaja (penerus bangsa) nya gini gimana mau  sukses program pendidikan karater nya, nahh mulai dari sekarang aayoo kita ubah cra berfikir, sikap etika kita sebagai seorang pelajar dan di mulai dari diri kita sendiri sob. Biar kita menjadi remaja yang bertitle pelajar dan mengikuti aturan-aturan Allah :) kalau gitu kan kita mulai menyongsong masa depan dengan cermat, hati yang bersih dan mndapat ridha Allah ^_^

maaf yaa kalo agak gak karuan nama nya juga masih dalam tahap belajr nulis hehee
Alahamdulilah selesai semoga bermanfaat amiin


»» READMORE...




Selasa, 27 Maret 2012

Yakin dia Sahabat Terbaik Kamu?



Temen, sohib, karib, sahabat atau apalah namanya, pasti dah jadi bagian dari kehidupan kita sehari- hari. Bayangin aja kalo hidup tanpa mereka, dunia bakal terasa garing banget plus sepi.
Bergaul itu dah jadi kodrat manusia. Nggak ada manusia yang nggak butuh orang lain. Yang udah mati aja pasti masih butuh orang lain buat ngebawa dia. Kan nggak lucu juga kalo yang udah meninggal bakal jalan sendiri ke kuburan, ya kan?. So, nggak di sangkal lagi kalo bergaul itu naluri dari lahir manusia. Tapi.. nah ini masalahnya, yang perlu kita waspadai yaitu dengan siapa kita gaul? Apa iya sih kita kudu milih teman?
Pertemanan itu ada tingkatan lepelnya juga. May be cuman sekedar teman kenalan, terus ada yang teman biasa seperti teman maen, atau temen kelas, dll. Ada juga teman yang lumayan dekat gara- gara kita biasa ketemu atau malah curhat sama dia. Yang ini nih yang biasa kita sebut dengan temen gaul. yang terakhir, yang porsinya lebih deket lagi, yaitu yang biasa kita sebut sahabat.
Apa kamu pernah denger salah satu nasehat dari ortu, yaitu kalo `Berteman jangan suka milih-milih` ? Biasanya sih tuh kalimat sasarannya  adalah buat  yang pada sombong,yang maunya bergaul sama yang selevel ajah. Nah paaas bener tuh sama yang di sabdakan nabi kalo definisi "Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim). Emang, siapapun pasti nggak bakalan nyaman begaul ma teman yang hobinya ngerendahin orang kan.
Terus kalo soal milih temennya sendiri, pada prakteknya dalam bergaul kita juga kudu seleksi tuh teman- teman loh ternyata. Cuman kriterianya ajah yang harus pas, yaitu kriteria atau syarat- syarat yang bakal bisa nuntun kita jadi remaja yang baik, syukur- syukur bisa lebih baik dari sekarang.
Terus apa aja sih kriteria yang bisa ngejadiin kita remaja yang baik? Pastinya, kriteria yang berdasarkan pada kebaikan. Maksudnya, teman yang kita pilih harusnya mereka yang akhlaknya baik, jujur, rajin belajar, gemar menabung, hee...dll, dsb.serius nih  ya, ibarat virus penyakit, kebaikan atau kejelekan temen kita itu bakal menular ke kita. Nggak sedikit loh contohnya, temen kita yang tadinya alim, gara- gara salah salah gaul jadi suka ngerokok awalnya, trus lama- lama eh nggak taunya sekarang bermetamorfosis jadi bandar narkoba, Astagfirullah.
Maka itu, kita kudu ingeeet baik- baik pesan Rasulullah yang manteb nih, cekidot yah...
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)
Trus juga, di hadits lain Rasulullah bersabda: “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah)
Lanjut!! Imam Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)
Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.”
Saran deh ya, Kalo ada ekskul Rohis di sekolah atau lingkungnan kamu, jangan buru- buru alergi dah. Tuh justru kesempatan buat kamu supaya ngerti jalan hidup yang bener kaya gimana. Asli` deh, bakal banyak sifat baik di komunitas ini yang bisa kamu jadiin contoh. Orang- orang yang sholeh, bakal dengan tangan terbuka nrima kamu, apa adanya. Catat yaa, apa adanya. Nggak pake pra syarat apapun sob.  Malah kalo bisa kalo kamu belum tau, mereka insyaAllah bakal nunjukin kamu ke arah yang bener. Karena insyaAllah mereka dah pada ngerti, kalo mukmin itu bersaudara.  ukhuwah Islamiyah itu adalah karena Allah swt.
Deket sama orang sholeh tuh bakalan adem boss. Kalo nggak percaya, cari aja deh tandingannya di luar yang bisa ngebuat batin kamu adem, pasti nggak bakal sedahsyat kalo lagi gaul sama mereka. Soalnya tujuan persahabatan yang ada, juga karena Allah aja. Apa adanya, bukan ada apanya. Kan bakal enak tuh kalo pas iman kita turun, eh ada sahabat yang ngingetin kita, trus akirnya kita yang melenceng jadi lurus lagi. Berkah bener kan berteman karena Allah aja? Selanjutnya, simak baek baek yang ni...
Sebuah hadist dari Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid, Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda: "Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan nabi & bukan syuhada, tapi para nabi & syuhada tertarik oleh kedudukan mereka di sisi Allah. Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, siapa mereka & bagaimana amal mereka? Semoga saja kami bisa mencintai mereka." Rasulullaah saw bersabda, "Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki hubungan nasab & tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama. Demi Allah mereka adalah cahaya & mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut.Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih" Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah: "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (TQS Yunus :62)
Trus、Allah Subhanahu wata`ala juga sudah menjelaskan gimana keadaan orang-orang yang salah gaul di Al-Qur'an. Cekidot nih...
”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(QS AlAhzab ayat 66-68)
Fiuuhhh... ternyata temen juga bisa nyumbangin pencatatan sejarah hidup kita sob. Mangkanya, mumpung masih muda, harus pinter- pinter pilih  pilah temen.  Soalnya bakal ada peluang yang besar loh buat ngedapetin naungan di akhirat,di mana saat tuh nggak bakal ada naungan kecuali dari Allah swt. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi Saw bersabda, ada 7 kategori orang yang mendapat naungan Allah di hari kiamat. Salah satunya yaitu pemuda yang menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah swt. Kategori lainnya yaitu dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula.
Yah emang sih, no body`s perfect gitu. May be pikiran dari salah satu kalian bilang, jangan- jangan tar baik tapi kekurangan dia yang lain malah nyiksa kita, nah lo bagaimana tuh?. Kalo emang gitu masalahnya, pokoknya yang harus kita ingat cuman satu, kalo hidup cuman satu kali sob, jangan sampe salah buat pilihan salah satunya tentang milih temen. Dan siapapun mereka, yang pasti mereka bisa membawa kita lebih dekat dengan Allah subhanahu wata`ala. Itu aja kuncinya  sob.
So, good luck buat kamu yang pengen ngedapetin temen ,memilih memilah teman, semoga pilihan kamu kali ini and seterusnya nggak salah lagi yaaa. aamiin.

(Syahidah/Voa-islam.com)


»» READMORE...




Yang Bandel, Yang Bakal Nyesel



Udah pada liat berita belum? hari- hari ni pada heboh soal anak muda. Heh, tapi sayang banget, yang pada di ributin bukan soal prestasi. tapi `prestasi` yang lain.
Yups, tepatnya tentang tawuran anak SMA ama wartawan. Pada ribut abis and main pukul, rame dah. Belum sampe itu ajah sob, ada lagih nih yang lebih `ajaib`. Berita terbaru tentang siswi SMP yang jadi sutradara pilem porno. Nah pemainnya tuh, temen doi sendiri. Di ulang yaa, pilem porno, and dia jadi sutradaranya. Anak  baru SMP, sob.
Atagfirullah
Fiuuuhh....ngomongin soal kenakalan remaja, emang bener nggak kan ada putusnya yaa. Jadi curigah, emang adrenalinnya jadi pada enak kali` yah kalo dah pada ngebandel?. Lah kalo dah pada bandel malah justru bangga.
Duh emang dunia dah kebolak- balik deh. Pnasaran, pada copy paste dimana `prestasi` begituan?. Kalo ngedenger prestasi anak- ananya yang kya diatas, kira- kira ortu mereka reaksinya bakalan kaya gimana yaa??? Jangan- jangan si ibu yang pada ngelahirin anak kaya gini, jadi pengen ngembaliin lagih ke perut saking malunya. Masyaallah...
Dunia remaja, emang katanya yang paling indah, paling ajiiib soalnya nggak pake mikir juga kali`. Tanggung jawab kan cuman sekolah. Itu juga kalo lagih males kadang banyak yang pada bolos. and Image bandel, urakan, aneh plus susah diatur kbanyakan jadi hak milik yang masih muda- muda. Ya sory ajaa sob, bukan bermaksud cuma mengekspos kelakuan kamu- kamu yang minus, bukannya malah prestasinya doang. Tapi emang fakta kacangan yang beredar di luaran emang gitu sob. Kalo kamu emang nggak terima di bilang `aneh`, yah kasih aja bukti prestasi positif, di ulang yaa, prestasi positif, yang kamu semua punya. Slesei kan.
Boleh nanya nggak? Ampe kapan kamu semua mau kya ginih?. Kalo jawabannya masih tau ahh gelap, atau bodo amat dah, ya udah lah...slese brarti. Yang brati juga slese masa depan negeri ini. Loh kok? yaaa iyaaa laaaaaaa. Emang yang mo nerusin entar ngelola negeri ini plus urusannya siapa kalo nggak yang muda- muda. Nah kalo yang muda ajah ceritanya begini, bisa kan bayangin gimana bakal kaco nya masa depan negeri ini ntar.
sob, walau sekarang status kamu adalah muda, tapi umur bakal jalan terus en bakal makin deket ma tanggung jawab yang bakalan besar.  Jangan sia- siain waktu cuman sekedar buat sesuatu yang kamu nanti kalo keinget bakalan malu. Kalo kamu malunya sendiri, nah kalo ampe ngelibatin semua keluarga besar kamu? Waduh pa nggak berabe tuh. Jadi terlalu serius itu ngga asik, tapi kebanyakan bandel juga ngga bisa, pren.
So, knapa kita nggak nyoba idup lempeng ajah kya semut yang lagih jalan ditembok bderet- deret. Mereka tetep ajah stay satu jalur,  nggak melenceng kemana mana. Kalo jalur itu ternyata di halangin oleh suatu benda, emang awalnya si semut bakal kebingungan. Benda tuh ibaratnya cobaan buat mereka. Tapi lihat deh, para semut- semut akhirnya tetep balik lagih ke jalur awal dia berjalan kok. Mereka biasanya pada buru-buru nyari jalan keluar dari benda yang ngehalangin tuh, soalnya biar pada nggak bakal kehilangan arah en ketinggalan ma temen- temennya yang laen.
Kalo dulu kamu dah sempat bandel, apalagi ampe ngebuat susah orang tua, ya udahlah, yang udah ya udah, tapi yang penting jangan sampe yang begitu tuh kejadian sampe 2x apalagih lebih. Sayang sob, hidup sekali ajaa, kamu sia- siain . Nggak banget deh. Entar kalo udah pada ribet yang susah siapa? ya kamu sendiri laaah. Kembali ke jalur kamu yang baik seperti semula, buru- buru deh. Slagi kamu masih punya waktu.
Kalaupun memang susah buat kamu buat balik lagi, sob, kamu kan punya Allah. Minta dong sama Allah buat ngebimbing kamu, nguatin hati kamu, biar kuat ngedidik diri sendiri. Tinggal minta ini apa susahnya sih. Tapi jangan lupa, usaha yang kuat dari diri kamu juga kudu, alias tetep harus ada dunk. Ini 2012 sob, kalo kamu nggak buru- buru brubah ke yang positif, asli kamu bakal ketinggalan banyak sama yang lain. Nggak jamannya lagih bandel- bandel negatif, atau dijamin kamu bakal nyesel entar kalo udah lewat masa muda kamu.


»» READMORE...




Pacaran Islami ?! Emang Ada ?!



Sttt, tema kali ini adalah tentang pacaran. Nah kalo buat kamu yang nggak begitu jelas dengan apa sih itu aktifitas pacaran, (hee.. emang ada ya har gini yang nggak ngeh apa itu pacaran), itu tuh, cowok sama cewek yang saling tertarik, terus mengikat janji sehidup semati, alah, ...kaya` udah jadi suami istri ajah.
Fiuhhh, ngomongin tentang cinta emang nggak da matinya, pasti semua bakalan cling deh semangatnya. Termasuk yang baca kali`, heee.... Virus cinta emang sudah melanda siapa aja yang berjudul manusia yang punya rasa cinta dan kasih sayang.
Nah, Nah cilakanya, tren pacaran udah kaya santai ajah tuh ditanggapi sama orang- orang sekitar kita, walaupun anak atau tetangga mereka tuh belum pada nikah. Dalam pikiran mereka, yaa wajar laah, namanya juga remaja. Tren nya pun macem- macem, Dari mulai yang backstreet, karena takut ketahuan sama ortu, sampai yang berani tanpa tedeng aling-aling. Mulai cuma jalan berdua sambil pegangan tangan, pokoknya kumplit dari mulai level beginner, intermediate, sampe yang master banget.
Nah, masalahnya ada beberapa may be dari kamu yang udah tau kalo pacaran adalah nggak boleh, cuman masih pada ngeles dengan bilang ngasih lebel hubungan mereka dengan `pacaran islami`.
Hee.. lucu ya? emang!!.
Tapi kamu ngakuin atau nggak, bahkan hati kamu lebih dari tau kalo semua tuh sebenarnya cuman sekedar kaya upaya buat melegalkan aktivitas baku syhawat  cewe cowo non mahram. Artinya kamu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga? ada-ada saja!
Sob, dalam islam tuh nggak ada istilah pacaran, alias hubungan dekat ampe yang begituh- begituh ( Jadi nggak enak nyebutinnya nih) kalo kamu belum nikah. Maksiat is maksiat.Tentu aja dosa.
Jangan dikira, karena kamu bilang toh aktivitas pacaran kamu nggak sebrutal yang lain- lain. Kan aku pacarannya tetep pake jilbab, dia kan juga pake baju koko dan berjenggot, trus kan juga mojoknya di masjid. Mangkanya disebut pacaran Islami kali aja malaikatnya amnesia gituh nulis di catetan dosanya. Heleh.. yang bener ajah mamen.
Sob, gimana kalo kita lebih belajar lagi soal aturan Allah subhanahu wata`ala. biar entar, jangan sampai aktivitas maksiat berubah jadi halal soalnya gara-gara pake embel-embel Islam. Nggak bisa plus nggak bener tuh. Nah kalo gini ya ceritanya, kan kita pada tau tuh kalo daging babi adalah haram, trus kalo ada yang nyembelihnya nyebut nama Allah bakal jadi halal gituh terus disebut daging babi islami? Ya nggak laaaaah!!
So, nggak ada istilah pacaran islami, sob. Dosa is tetep dosa. Kali kita nganggap semua itu pacaran islami karena semangat kita gede tentang islam tapi miskin ilmu tentang islam itu sendiri. Jangan salah, yang kaya gini juga bahaya loh. Bukan apa-apa, mencintai Islam nggak cukup modal semangat yang menyala. Ilmunya juga kudu dipelajari. Nah biar kamu jadi sayang plus ngerti islam, mangkanya harus tuh yang namanya kenalan dulu. Kan nggak kenal maka nggak sayang toh. Terus supaya kamu semua bisa sayang, bahkan ikut ngebelain kalo ada orang yang berusaha memadamkan cahaya Islam, salah satunya ya harus belajar ilmu islam tadi.
Kalo kamu ngaku muslim, so pasti ada konsekwensinya dong. salah satunya aja, ngejaga diri biar nggak nodain Islam dengan kreativitas aktivitas maksiat, ya kaya `pacaran islami` tadi contohnya.
Kalo kamu dilanda cinta, kan nggak mesti diwujudkan dalam bentuk pacaran. InsyaAllah masih banyak cara laen yang lebih di ridhoin sama Allah. Entar, sabar..kalo udah abis ijab kabul. Kan Kamu muslim...kan?


»» READMORE...




Sabtu, 24 Maret 2012

Untukmu Para Remaja




Tulisan ini dihadiahkan untuk saudara kami para remaja muslim. Semoga Allah berkenan membuka pintu kebaikan lewat kelembutan mata hati teman- teman remaja semua, untuk mengetahui lebih jauh tentang siapa dan bagaimanakah diri kita sebenarnya.
Tulisan ini adalah agar kita sama- sama tidak terlalaikan atas kewajiban sebagai seorang muslim, dan supaya hati kita tidak tertutup dan lalai dengan keindahan kehidupan dari mengingat Allah subhanahu wata’ala. Dengan tulisan ini, kita mohonkan kepada Allah agar membebaskan kita dari berbagai dosa yang tiada henti kita lakukan di dunia ini.
Wahai saudaraku para remaja, ketika hidup ini memiliki tujuan, maka kita tidak akan terombang- ambing tanpa arah dan tujuan. Maka berhentilah berkata bahwa kita masih terlalu muda untuk berpikir serius tentang hidup. Bukankah sesuatu yang besar yang kita harapkan datang di masa depan kelak, dan menyenangkan kita, justru akan bermula dari perbuatan kecil yang kita lakukan sekarang?
Saudaraku, para remaja muslim, maka kenalilah tujuan mengapa kita harus dihidupkan Allah di dunia ini. Sungguh Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia- sia.Begitu pula dengan keberadaan diri kita. Hidup bukanlah tentang bersenang-senang saja, tetapi sejatinya untuk meraih sebuah tujuan mulia. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya) :
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariyat: 56)
Beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, itulah sebenarnya tugas utama yang harus dijalankan oleh setiap hamba Allah.
Wahai saudaraku remaja muslim, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, hidup kita kini sedang menuju sebuah garis akhir yaitu kematian. Dan bahkan peramal sehebat apapun tak akan bisa menebak, kapan langkah kaki kita akan terhenti dan kita akhirnya mati. Dengarlah Firman Allah berikut ini,
“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dilakukannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman: 34)
Maka suka atau tidak suka, mau atau tidak mau sebenarnya hidup itu bukan pilihan. Ya, hidup bukan sama sekali tentang pilihan. Allah memberikan kebaikan supaya engkau baik, dan Allah memberikan pelajaran tentang kejelekan adalah supaya kau juga belajar tentang kebaikan. Jadi kebaikan adalah satu- satunya hal yang harus dipilih. Dan kebaikan itu hanya terkandung dalam islam, yang sekali lagi satu satunya hal yang harus kita pilih. Di dalam islam kita akan justru menemukan banyak pilihan tentang hal- hal yang membahagiakan. Tapi ingatlah, betapapun besarnya kebahagiaan dan kesenangan di dunia, semua pasti akan ada akhirnya. Dan kesenangan abadi seorang muslim adalah ketika nanti kits berada di surganya Allah.
Maka wahai para sahabat muda, bersegeralah untuk beramal kebajikan, dirikanlah shalat dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan sepenuh hati sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena shalat adalah yang pertama kali akan dihisab nanti pada harikiamat, sebagaimana sabdanya:
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali manusia dihisab dengannya di hari kiamat adalah shalat.” (HR. At Tirmidzi, An Nasa`i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
Bisakah kau bayangkan betapa ruginya kita, apabila kita sampai di usia remaja ini, belum sempat beramal shalih. Padahal, pada saat itu amalan diri kita sajalah yang akan menjadi pendamping kita ketika menghadap Allah subhanahu wata’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Yang mengiringi jenazah itu ada tiga: keluarganya, hartanya, dan amalannya. Dua dari tiga hal tersebut akan kembali dan tinggal satu saja (yang mengiringinya), keluarga dan hartanya akan kembali, dan tinggal amalannya (yang akan mengiringinya).” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Saudaraku, sudah siapkah kita dengan timbangan amal yang pasti, sekali lagi, pasti kita akan menjumpainya nanti. Sudahkah kita menghisab amal perbuatan kita sendiri terlebih dahulu, sebelum Allah nanti menghisap kita dan memperlihatkan timbangan amal kita. Bisakah kau bayangkan, betapa sengsaranya kita, ketika ternyata timbangan kebaikan kita lebih ringan daripada timbangan kejelekan?. Ingatlah akan firman Allah subhanahu wata’ala :
“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (Al Qari’ah: 6-11)
Selain itu,bukanlah masa tua yang akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wata’ala. Oleh karena itu, sudahkah kita gunakan kesempatan di masa muda kita ini untuk kebaikan?
“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara:
Umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa dihabiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa harta tersebut, dan sudahkah beramal terhadap ilmu yang telah ia ketahui.” (HR. At Tirmidzi)
Wahai sahabat remaja, iblis, setan, dan bala tentaranya akan selalu setia dalam berupaya mengajak manusia agar selalu bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala. Tidak lain adalah karena mereka mengajak umat manusia seluruhnya untuk menjadi temannya di neraka.
Sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala jelaskan dalam firman-Nya (yang artinya): “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Wahai sahabat remaja, setiap amalan kejelekan dan maksiat yang kita lakukan, pasti akan dicatat di sisi Allah subhanahu wata’ala. Pasti kita juga akan melihat akibat buruk dari semua itu, jika hal itu adalah kejahatan. Allah subhanahu wata’ala berfirman (yang artinya):
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Az Zalzalah: 8)
Setan juga ingin umat manusia menjadi terpecah belah dan saling bermusuhan. Jangan dikira bahwa ketika engkau bersama segerombolan orang yang kau anggap teman-teman itu, dan melakukan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala, maka hal tersebut merupakan wujud solidaritas dan kekompakan. Sekali-kali tidak, justru cepat atau lambat, teman yang mungkin kita cintai akan menjadi musuh yang paling kita benci. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya) :
“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu karena (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu).” (Al Maidah: 91)
Maka dari itu, sudah selayaknya kita mengadakan koreksi mendalam tentang diri kita sendiri sekarang. Dan perbaikan diri tentu saja bisa kita lakukan jika kita memiliki ilmu. Saudaraku, jangan gadaikan keharusanmu mengetahui ilmu tentang islam dengan hanya mengunggulkan ilmu tentang duniawi semata. Karena, menuntut ilmu tentang agama kita ini, merupakan kewajiban bagi setiap muslim, maka barangsiapa yang meninggalkannya dia akan mendapatkan dosa, dan setiap dosa pasti akan menyebabkan kecelakaan bagi pelakunya.
“Menuntut ilmu agama itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)

http://www.voa-islam.com/teenage/smart-teen/2012/02/27/17927/untukmu-para-remaja/


»» READMORE...




No GALAU Biar GAUL..! Nih Rumusnya...!!


“Tanpamu aku galau!” gitu deh kira-kira salah satu bunyi iklan operator selular.

Iklan tersebut kemudian diikuti oleh operator lain, kemudian sekarang jadi tren yang sering kita dengar. Pokoknya kalau udah cemas bakal nemu kondisi yang nggak sesuai dengan harapan… jadi galau deh!
Btw, sebenarnya galau itu apaan sih, Sob? Kalau ngulik kamus bahasa Indonesia sih katanya arti galau itu kacau nggak karuan, Sob.
Wow...sudah sedemikian kacau nggak karuan kah apa yang Sobat hadapi, sampai terucap “aku galau”? Udah gitu, pernah nggak, setelah mengucapkan kata galau tersebut, apa yang kita rasakan justru semakin nggak enak, semakin bete, dan semakin nggak karuan? Nah, itulah yang disebut sebagai sugesti. Coz, emang, kita adalah apa yang kita pikirkan, Sob.
Artinya gini, kalau kita pikirkan diri kita memang dalam keadaan buruk maka keadaan itulah yang akan kita hadapi. Kemudian, tak jarang, kita membuat keadaan yang sebelumnya nggak buruk-buruk amat, jadi buruk beneran. Contoh, karena handphone kamu nggak ada di tas, maka kamu jadi berkata sama teman, “Haduh, galau banget deh, hp-ku nggak ada.”
…Kita adalah apa yang kita pikirkan. Kalau kita pikirkan diri kita dalam keadaan buruk maka keadaan itulah yang akan kita hadapi...
Seharian kamu jadi sibuk nyari-nyari hp, ketakutan sendiri karena khawatir hp kamu hilang dicuri orang, sampai-sampai apa yang sudah dipersiapkan untuk ulangan hari ini jadi lupa semua. Padahal, setelah keadaan lebih tenang, dalam perjalanan pulang sekolah, kamu baru ingat kalau ternyata hp kamu masih di-charge dibawah meja belajar. Karena kamu berangkat terburu-buru, lupa deh nggak kebawa.
So, itulah yang dinamakan dengan kekuatan pikiran. Kalau kita tersugesti oleh satu pikiran, maka apapun yang kita kerjakan akan membawa kita mendekati keadaan yang kita pikirkan tersebut. Karena itu, sebaiknya pertimbangkan kembali kata “galau” ini untuk jadi kata-kata “yang kamu banget”.
Lebih jauh, kita seringkali menggunakan kata galau untuk menggambarkan situasi yang menggelisahkan. Situasi yang sama sekali nggak kamu harapkan. Cemas, benar nggak sih seperti itu kejadiannya, gimana ya kalau nanti bakal seperti itu, nanti seperti apa ya... dan sebagainya.
Padahal gini lho Sob, Allah SWT yang paling sayang sama kita itu mengingatkan dalam surat yang pasti kita hapal banget, “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Robb-nya manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan setan yang tersembunyi, yang membisikkan kedalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’” (Qs. An-Nas:1-6)
...Setan memang hobi banget membisikkan kegalauan dalam dada kita...
Artinya, setan itu memang hobi banget membisikkan dalam dada kita keburukan, kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, dan... kegalauan.
Padahal, sebenarnya belum tentu seperti itu keadaannya dan belum tentu seperti itu jadinya. Karena itu, Allah SWT memanggil kita untuk berlindung pada-Nya saja. Berlindung dari segala keburukan yang telah atau akan menimpa.
Rumusnya gini Sobat, apa yang terjadi kemarin telah berlalu dan apa yang terjadi esok hari, hanya Allah Yang Mahatahu. Yang kita jalani dan harus kita upayakan sebaik-baiknya adalah hari ini. Bila kita melakukan kesalahan di hari kemarin, maka hari ini adalah sebaik-baiknya waktu untuk mengambil pelajaran dan memperbaiki kesalahan agar hari ini lebih baik dari kemarin. Hari ini juga adalah sebaik-baiknya waktu untuk mempersiapkan esok hari agar Allah SWT ridha memberikan yang terbaik esok. Seperti apa yang terbaik tersebut, terserah Allah aja. Yang penting kita udah usaha maksimal.
Jadi, nggak usah galau ‘kan?'

http://www.voa-islam.com/teenage/smart-teen/2012/03/21/18295/no-galau-biar-gaul-nih-rumusnya/


»» READMORE...




Sabtu, 04 Februari 2012

Biarkan Allah Membantu


Seringkali dalam menghadapi suatu masalah, kita merasa mentok dalam menyelesaikan masalah tersebut. Begitu juga saat kita ingin membuat rencana dalam mencapai tujuan, sering kali kita mentok dengan cara-cara atau ide-ide yang harus kita lakukan. Akhirnya karena kebingungan ini, seringkali menurunkan motivasi kita dan akhirnya membuat kita menyerah.
Namun saat kita bertemu kondisi seperti, (kemungkinan Anda bertemu dengan kondisi seperti ini besar sekali), jangan dulu menyerah. Sebab kita masih punya Allah. Bukankah Allah akan menolong kita? Bukankah Allah akan membantu kita? Bukankah Allah Maha Mengetahui? Jika demikian, biarkan Allah membantu kita. Jika kita sudah berpupaya dan berpikir keras namun belum menemukan jawaban, biarkan Allah yang akan memberi petunjuk kepada kita.
Sebenarnya, solusi itu ada, ide-ide yang kita butuhkan ada, namun kita belum menemukannya. Saat Anda mentok, biarkan Allah menunjukan ide-ide tersebut kepada kita dengan jalan kita bertawakal. Namun yang namanya bertawakan bukan berarti kita melupakannya, kita tetap harus mengingatnya, harus tetap berusaha sambil memohon kepada Allah agar membantu bagaimana kita mencari ide-ide yang kita butuhkan.
Belum ada ide belum tentu tujuan kita tercapai. Kerjakan saja yang ada dihadapan kita. Ide apa yang sudah ada, rencana apa yang sudah ada, maka lakukanlah. Jika Anda hanya memiliki rencana satu tindakan, lakukanlah. Jangan menunggu akan muncul ide-ide yang lengkap untuk menyelesaikan masalah atau mewujudkan impian kita. Jika kita sudah bertindak sekecil apa pun, insya Allah tindakan selanjutnya akan kita ketahui. Allah akan membantu kita menunjukannya.
Jika belum juga mendapatkan ide-ide yang bisa Anda lakukan. Maka masih ada dua ide yang sebenarnya bisa Anda lakukan. Yang pertama adalah visualisasikan tujuan Anda. Jika Anda menyelesaikan masalah, visualisaikan bahwa masalah tersebut sudah terselesaikan. Jika Anda sedang mewujudkan impian Anda, maka visualisasikan bahwa tujuan Anda sudah tercapai. Yang kedua ialah meminta informasi tentang masalah atau tujuan Anda kepada orang lain. Jika Anda tidak mengetahui siapa ahlinya, langkah yang bisa Anda lakukan ialah mencari siapa ahlinya, dengan cara bertanya juga. Jadi sementok apa pun Anda, setidaknya ada 2 hal yang bisa Anda lakukan yaitu visualisasi dan bertanya, termasuk bertanya kepada Allah.
Jadi jangan cepat menyerah, selalu ada jalan keluar, hanya saja kita belum menemukannya. Dan jika kita mau bergerak insya Allah kita akan mendapatkan ide-ide untuk mengatasi masalah atau mewujudkan impian Anda. Jika Anda benar-benar ingin menyelesaikan masalah atau meujudkan masalah, insya Allah, akan selalu ada jalan. Tetaplah bertindak, setidaknya visualisasi dan bertanya serta tawakal kepada Allah.


»» READMORE...




Apakah Harus Menyerah?


Sabar tidak Berarti Menyerah
Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah . Allah menyukai orang-orang yang sabar. QS Ali Imran:146 menggambarkan bagaimana kokohnya para pengikut para nabi. Mereka berperang dan mereka ditimpa bencana, tetapi mereka tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah. Mengapa ketakwaan dan kesabaranlah yang membuat mereka begitu kokoh setegar batu karang diterpa air laut.
Perang dan Bencana Dihadapan Kita
Kita, saat ini, sama seperti para pengikut nabi yang digambarkan pada ayat di atas. Kita saat ini sedang berperang dan sedang ditimpa becana. Dengan kata lain kita saat ini sedang menghadapi musuh dan sedang ditimpa musibah yang cukup besar.
Siapa musuh kita? Musuh kita bukan hanya orang yang ingin menghancurkan Islam saja, tetapi yang termasuk musuh kita juga adalah kebodohan, kemiskinan, keterbelakan, dan jauhnya umat Islam dari Islam. Bukan itu semua harus kita perangi?
Kita juga sedang ditimpa bencana, bukan hanya tsunami, gunung Merapi yang sebentar lagi meletus, bukan hanya banjir dimana-mana, atau wabah-wabah penyakit. Bencana yang tidak kalah mengerikan ialah hilangnya semangat masyaratkan untuk memperbaiki diri dan hilangnya hati nurani sebagian besar pemimpin kita.
Sifat anarkis yang sering kita jumpai di TV, adalah bukti nyata keputus-asaan masyarakat karena merasa tidak ada usaha lain lagi yang bisa diperbuat. Sementara sebagian pejabat hanya berbicara saja atau pragmatis saja tanpa tindakan nyata memperbaikinya.
Bersabarlah!
Bersabar bukan berarti harus diam. Bersabar artinya tidak menyerah, artinya lagi tetap dalam perjuangan. Tetap berperang dan tetap memperbaiki diri. Akan lebih baik bukan untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain disekitar Anda karena ujung-ujungnya akan berdampak kepada Anda juga. Bagaimana supaya bisa bersabar? Ayat berikut akan menjawab pertanyaan ini:
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah:45-46).
Anda akan mudah bersabar jika Anda termasuk orang-orang yang khusyu’ yaitu orang yang meyakini akan menemuai Tuhannya dan yakin bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. Bagi orang-orang khusyu’ berputus asa atau menyerah adalah pantangan karena meraka yakin bahwa segala yang datang itu dari Allah SWT dan akan kembali kepada Allah SWT.
Sementara kekhusyu’-an akan datang jika Anda memiliki ilmu dan secara konsisten mendengarkan serta memahami kandungan Al Quran, seperti yang dijelaskan dalam ayat berikut:
Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman . Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (Al Israa’:107-109).


»» READMORE...




Kemenangan Besar Buah Keberanian Besar


Mati syahid adalah sebuah kemenangan besar, bahkan kemenangan paling besar. Namun untuk mati syahid bukanlah suatu kemenangan yang mudah dicapai. Mati syahid memerlukan keberanian yang luar biasa. Tanpa keberanian tidak akan yang namanya mati syahid.
Begitu juga dengan kemenangan yang lain. Setiap kemenangan memerlukan keberanian. Semakin besar kemenangan maka semakin besar keberanian yang diperlukan. Ini adalah suatu konsekuensi yang logis. Tidak adil rasanya jika kemenangan besar bisa diraih dengan keberanian yang kecil. jadi jika Anda mengharapkan kemenangan besar, maka Anda perlu memiliki keberanian yang besar pula.
Biasanya dibalik sukses besar selalu ada resiko besar. Resiko inilah yang sering ditakuti oleh orang. Resiko adalah suatu konsekuensi dari setiap kemenangan, kita tidak bisa menghindari resiko. Karena tidak ada suatu kemenangan tanpa resiko. Menghindari resiko berarti menghindari sukses.
Resiko muncul dalam berbagai bentuk dan ragam. Resiko menjadi bagian alami dalam perbaikan berbagai bidang. Setiap kita mengambil keputusan, berati pula kita mengundang resiko. Namun kita berdiam diri diri pun kita akan berhadapan dengan resiko. Resiko, sekali lagi, tidak bisa kita hindari dan memang bukan untuk kita hindari.
Perbaikan diri hanya akan dicapai jika kita mau mengambil resiko. Upaya menemukan sebuah pulau berarti kita harus meninggalkan pulau kita yang lama. Tanpa meninggalkan pulau berarti kita tidak akan pernah menemukan pulau yang baru.
Oleh karena itu, tumbuhkan keberanian dalam diri Anda untuk menempuh perjalanan yang beresiko demi mencapai kemenangan besar. Tentu saja bukan keberanian yang membabi buta, bukan juga keberanian yang nekat, bukan juga keberanian demi meraih hal yang tidak bermanfaat, tetapi keberanian menempuh resiko untuk kehidupan yang lebih baik.


»» READMORE...




Berani Mengambil Resiko


berani mengambil resikoJika mau sukses, Anda harus berani mengambil resiko. The future belongs to the risk takers, not the security seekers. The more you seek security, the less of it you will have and the more you pursue opportunity, the more security you will achieve. ~Brian Tracy.
Masa depan dimiliki oleh para pengambil resiko, bukan pencari keamanan. Semakin Anda mencari keamanan, justru akan semakin sedikiti keamanan yang Anda miliki dan semakin mengejar peluang, semakin banyak keamanan yang akan Anda raih. Dari Brian Tracy.
Saya setuju dengan Brian Tracy, bahwa masa depan adalah milik mereka yang berani mengambil resiko. Hanya orang yang berani mengambil resiko akan mencapai hal yang besar. Semakin besar resiko yang diambil, akan semakin besar hasil yang menanti. Resiko kecil, atau yang disebut dengan “keamanan” menjanjikan hasil yang kecil juga. Hukum resiko dan imbalan sudah seperti itu.
Tapi tetap harus perhitungan bukan?
Yah, tentu saja. Kita perhitungkan sebelum bertindak. Kita lihat resikonya. Kita bisa menerima resikonya? Jika bisa maka, ambil tindakan. Apakah resikonya bisa diantisipasi? Maka ambil tindakan. Bukan seperti orang yang hanya mencari pembenaran untuk tidak mengambil resiko, mereka mengatakan beresiko sambil diam tidak bertindak. Perhitungkan resikonya, kemudian tetaplah ambil tindakan untuk mengambil resiko. Itu baru namanya risk taker.
Cari yang tidak ada resiko? Sampai kapan? Memang ada usaha tanpa resiko? Selalu ada. Tidak ada yang namanya “yang pasti-pasti saja”, “yang jelas-jelas saja”, dan “yang biasa berhasil”. Zaman terus berubah, yang dulu kita anggap aman, tidak akan terjadi selamanya. Yang dulu menghasilkan, belum tentu nanti akan menghasilkan lagi. Kata siapa bekerja di perusahaan aman? Kata siapa nabung di deposito aman? Mungkin resikonya kecil, tetapi hasilnya kecil.
Bagaimana jika….
Bagaimana jika saya gagal dan tidak bisa bangkit lagi?
Bagaimana jika saya tidak bisa membayar utang?
Bagaimana jika saya gagal terus menerus?
Jika Anda gagal, bangkit lagi, coba lagi. Jika Anda tidak punya uang, maka cari uang lagi. Jika Anda gagal terus, artinya Anda tidak pernah belajar. Jika kita terjebak dengan bagaimana jika, bagaimana jika, dan seterusnya, kita tidak akan pernah bertindak, sebab hanya hal negatif yang akan datang ke pikiran kita.
Memang, ada cara untuk mengurangi resiko. Dan ini yang harus Anda lakukan. Yaitu, tingkatkan kualitas, kapasitas, dan ilmu Anda sebelum bertindak. Jangan hanya mengatakan beresiko, tetapi Anda diam saja. Belajarlah, take action!


»» READMORE...




Haruskah Saya Bangkit?


bangkit“Kenapa harus bangkit? Saya tidak jatuh.” Bangkit tidak selama bagi orang yang baru saja jatuh. Bagi orang yang yang baru saja jatuh, bangkit adalah sebuah keharusan. Lalu bagaimana jika seseorang yang tidak jatuh, apakah harus bangkit juga?
Pertama: banyak orang yang tidak sadar kalau dia sebenarnya sedang jatuh. Yang kedua: bisa jadi seseorang itu tidak akan jatuh karena dia sudah berada di dasar. Dan yang ketiga: siapa pun Anda, jika ingin mengubah hidup ke kehidupan yang lebih tinggi. Jika Anda salah satu dari ketiga orang ini, maka Anda harus bangkit. Setidaknya, saya termasuk kelompok yang ketiga. Bagaimana dengan Anda?

Mimpi Buruk? Anda Harus Bangkit!

Salah satu ciri orang yang harus bangkit ialah orang yang sedang merasakan mimpi buruk dalam hidupnya. Jika kehidupan Anda serasa sebuah mimpi buruk, maka langkah satu-satunya ialah Anda harus bangun dari “tidur panjang” Anda. Anda harus bangkit.
Semua masalah Anda yang menghimpit tidak akan sirna begitu saja hanya dengan dikeluhkan. Tidak akan hilang hanya dengan dipikirkan saja. Yang harus Anda pikirkan ialah solusinya. Inilah langkah awal Anda untuk bangkit. Saat Anda sudah menemukan solusinya, langkah selanjutnya ialah bertindak.
Terlepas apakah solusi itu akan berhasil atau tidak, Anda harus tetap bertindak. Ambil langkah awal sesegera mungkin. Inilah satu-satunya cara untuk bangkit: bertindak. Bukan diam. Bukan menyerah. Bukan menunggu orang lain yang menggelar karpet merah untuk Anda. Bangkitlah! Ambillah tindakan.

Mimpi Di Siang Bolong? Anda Harus Bangkit!

Ciri kedua orang yang harus ialah mereka yang menginginkan sesuatu, tetapi keinginan itu hanya tersimpan di angan-angan. Anda ingin mobil, rumah idaman, atau ibadah haji, tetapi hanya di mulut dan di hati saja. Seolah, semua itu jauh dari Anda. Seolah itu semua hanya milik orang lain. Jika Anda memiliki pikiran seperti ini, artinya Anda harus bangkit. Jangan diam saja.
Mulailah dengan belajar atau bertanya. Sudah banyak orang yang kondisi tidak beruntung tetapi bisa mendapatkan rumah idaman, mobil, dan ibadah haji. Mungkin mereka beruntung, tetapi itu jangan sampai menghentikan Anda untuk berusaha. Jangan sampai Anda juga mengandalkan keberuntungan datang kepada Anda. Dari pada hidup hanya diisi dengan menunggu keberuntungan, akan lebih baik jika Anda bangkit menjemput keberuntungan.

Tidak Ada Perubahan? Bangkitlah!

Dan yang ketiga, jika Anda sudah lama menjalani hidup tanpa perubahan berarti, artinya ada yang salah dalam hidup Anda. Artinya: Anda harus bangkit.
Mulailah dengan mengembangkan horizon Anda. Tinggalkan cara berpikir di dalam kotak. Berpikirlah sesuatu yang baru, yang akan membawa peningkatan pada hidup Anda. Kemudian, perubahan hanya akan terjadi jika Anda bergerak.
Jika salah satu kasus diatas terjadi pada diri Anda, maka satu kata ini penting bagi Anda: bangkit!


»» READMORE...




saat kegagalan terus menerpa


Banyak yang mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Masalahnya bagaimana jika Anda mendapatkan kegagalan terus-menerus? Sudah mencoba berkali-kali namun tetap tidak berhasil juga.Apakah ada yang salah atau sudah ditakdirkan menjadi orang gagal?
Jika Anda menganggap bahwa Anda sudah ditakdirkan menjadi orang yang gagal, artinya Anda sok tahu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, hanya Allah Yang Maha Mengetahui, kenapa kita mendahului-Nya?
Jika Anda mengatakan ada yang salah… maka jawaban Anda benar. Memang ada yang salah.
Apa kesalahan itu dan siapa yang salah?

Kegagalan Datang Karena Anda Kurang Mencoba

Anda gagal, jika Anda berhenti. Anda kurang mencoba. Anda bisa mengatakan sudah mencoba 100 kali, namun bisa jadi perlu 1.000 kali untuk berhasil. Mungkin Anda sudah berusaha selama 1 tahun, bisa jadi Anda harus menunggu 2 tahun agar bisa berhasil.
Thomas Alpha Edison melakukan 10.000 kali percobaan dalam menemukan bola lampu. Jika dia mengeluh dan berhenti mencoba setelah dia mencoba 100 kali, mungkin orang lain yang akan menjadi penemu. Seorang ahli photografi, harus memotret puluhan bahkan ratusan kali untuk menemukan hasil jepretan yang terbaik. Semuanya perlu percobaan, berulang kali, sampai Anda berhasil.
Banyak orang yang membangun bisnis, bertahun-tahun mengalami kerugian, dan dia mendapatkan untung pada tahun ke-3 atau lebih. Banyak kisah seperti ini, jika saya menuliskannya akan menjadi sebuah buku tersendiri. Intinya ialah, sering kali untuk meraih keberhasilan, memerlukan waktu yang panjang.
Jika Anda berhenti, artinya Anda memilih gagal. Atau kegagalan datang jika Anda berhenti mencoba.

Kegagalan Untuk Mereka Yang Tidak Sabar

Karena keberhasilan adalah perjalanan panjang, yang memerlukan percobaan berkali-kali, bahkan ribuan kali. Yang perlu perjalanan waktu yang panjang, maka untuk sukses kita perlu kesabaran. Sukses hanya untuk mereka yang teguh pada jalan yang benar. Mereka terus melakukan hal yang benar, tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti.
Hal ini disebabkan karena masih banyak yang berharap bahwa sukses itu instan. Saat keberhasilan tidak juga diraih maka mereka berhenti dan memutuskan untuk gagal. Memutuskan berhenti sama dengan memutuskan gagal.
Bisa saja sukses itu ada 3 langkah lagi dari tempat Anda berdiri saat ini. Saat ada keinginan untuk berhenti, ingatkanlah diri Anda: “mungkin tinggal 3 langkah lagi”.

Kegagalan Untuk Mereka Yang Kurang Ilmu

Anda tidak akan pernah berhasil, meski Anda sudah mencoba berkali-kali, jika caranya salah. Jika Anda tidak mengambil hikmah dari kegagalan masa lalu. Jika Anda tidak mengambil pelajaran dari keberhasilan orang lain. Jika Anda tidak mau belajar dari berbagai sumber. Yang Anda ketahui hanya cara yang salah. Jika Anda tidak mengubahnya, Anda tidak akan pernah berhasil.
Thomas Alpha Edison, melakukan 10.000 kali percobaan, dengan cara yang berbeda. Bukan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bisa dari apa yang Anda lakukan atau cara Anda melakukannya. Dan, Anda akan mengetahui cara-cara lain jika Anda cukup ilmu. Belajarlah!

Perluas Horizon Anda

Kegagalan juga sering terjadi pada orang yang sempit horizonnya atau wawasannya. Dia yang membatasi diri, baik membatasi cara mencapai tujuan atau membatasi tujuannya.
Sebagai contoh, ada yang mengatakan dia telah gagal karena sudah tiga kali mencoba masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Tidak ada lagi kesempatan, katanya.
Iya, dia memang gagal masuk PTN, tetapi hidup dia belum gagal. Masih banyak peluang berhasil meski tanpa gelas dari PTN. Banyak orang yang berhasil, meski dia lulusan PTS, bahkan SMA, SMP, SD, bahkan tidak sekolah sekali pun. Jadi, jangan persempit keberhasilan hanya dengan mendefinisikannya dengan masuk PTN.
Tetaplah mencoba, bersabar, belajar, dan perluas wawasan Anda. Mudah-mudahan kegagalan tidak terus menerpa Anda.


»» READMORE...